RoD

If I don't answer your calls, I'm either reading, or, dying

Showing posts with label buku Indonesia. Show all posts
Showing posts with label buku Indonesia. Show all posts

Sunday, February 26, 2017

[REVIEW] San Francisco - Ziggy Zezsyazeoviennazabriezkie

31327009
Judul: San Francisco
Pengarang: Ziggy Zezsyazeoviennazabriezkie
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Grasindo
Diterbitkan pertama kali: 2016
Jumlah halaman: 215hlm
ISBN: 978-602-375-592-9
Sinopsis:
Cerita yang sangat menarik! Anda akan merasa terikat dengan cerita ini mulai dari halaman pertamanya! - (Orinthia Lee, penulis novel Why Always Me?)


Satu-satunya yang menarik dari cowok bernama Ansel adalah badannya yang ketinggian, kegemarannya akan musik klasik, dan senar-senar harpa di ujung jarinya. Ansel bekerja di Suicide Prevention Center, bertugas mengangkat telepon, hingga akhirnya ia menemukan hal menarik yang baru: Rani—gadis dari negeri asing yang mengiris nadi setiap dua hari sekali.


Sekarang sebagian besar kehidupan Ansel berputar di sekitar Rani. Dan, Ansel bertanya-tanya apakah pertemuan mereka di Golden Gate Bridge San Fransisco adalah takdir, atau sekadar kesialan? Karena dari sini, mobil kabel yang membawa kisah mereka bisa saja menanjak terus hingga setengah jalan menuju bintang, atau justru terjebak dalam kabut di atas perairan biru dan berangin San Francisco.
Share:

Sunday, July 17, 2016

[REVIEW] Jakarta Sebelum Pagi – Ziggy Zezsyazeoviennazabriezkie

  1. 30009042
Judul: Jakarta Sebelum Pagi
Pengarang: Ziggy Zezsyazeoviennazabriezkie
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Grasindo
Diterbitkan pertama kali: 2016
Jumlah halaman: 271hlm
ISBN: 978-602-375-484-7
Sinopsis:
“Jam tiga dini hari, sweter, dan jalanan yang gelap dan sepi …. Ada peta, petunjuk; dan Jakarta menjadi tempat yang belum pernah kami datangi sebelumnya.”
Mawar, hyacinth biru, dan melati. Dibawa balon perak, tiga bunga ini diantar setiap hari ke balkon apartemen Emina. Tanpa pengirim, tanpa pesan; hanya kemungkinan adanya stalker mencurigakan yang tahu alamat tempat tinggalnya.
Ketika—tanpa rasa takut—Emina mencoba menelusuri jejak sang stalker, pencariannya mengantarkan dirinya kepada gadis kecil misterius di toko bunga, kamar apartemen sebelah tanpa suara, dan setumpuk surat cinta berisi kisah yang terlewat di hadapan bangunan-bangunan tua Kota Jakarta.
Share:

Saturday, April 2, 2016

[REVIEW] Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 – Pidi Baiq

25857857
Judul: Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991
Pengarang: Pidi Baiq
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Pastel Books
Diterbitkan pertama kali: 2015
Jumlah halaman: 344hlm
ISBN: 978-602-7870-99-4
Sinopsis:
“Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap.”
―Milea
“Senakal-nakalnya anak geng motor, Lia, mereka shalat pada waktu ujian praktek Agama.”
―Dilan

Jadi…
Sebenernya, aku udah baca ini sejak November tahun lalu, lol. Baru kesampaian dibuat review-nya sekarang.
Well, aku ingat betul kalau aku pernah menganggap Dilan sangatlah boyfriend materials. Iya, itu zaman-zaman Dilan buku pertama. Waktu itu aku juga kemakan gombalan cheesy-nya Dilan.
Tapi, serius, buku kedua Dilan ini sangat mengecewakan.
Buku pertama Dilan adalah masa-masa Milea dan Dilan PDKT, alias masa-masa termanis dalam suatu hubungan. (( JIAH. )) Dan buku kedua adalah masa-masa Milea dan Dilan pacaran, yang mana memiliki banyak konflik.
Meskipun Dilan masih tetap menyemburkan rayuan-rayuan cerdasnya yang bikin meleleh, drama yang ada di sini bikin aku sebal sampai hampir muak. Aku sukses jadi benci dengan Milea. Aku merasa kalau Milea ini hanyalah cewek cantik biasa yang karena itu banyak cowok yang suka sama dia. Cuma karena cantik. Selain itu, menurutku enggak ada lagi daya tarik dia. Sudah gitu, dia ini lebih banyak diam dan pasrah soal cowok.
Maksudku gini, Milea tuh terlalu enggak-enakan. Dari buku satu udah keliatan sih. Dia sama Bani, sama Kang Adi dan sama Yugo, dia milih buat tahan-tahan dulu, mau aja diajak jalan kesana kemari dan bukannya nolak. WHAT THE HELL??????? Kasihan Dilan.
Makanya pas baca Dilan Bagian Kedua ini, aku tidak henti-hentinya cursing pada Milea atau minimal teriak ‘WOY APA-APAAN NIH’.
Sudah gitu ya, menurutku Milea terlalu mengekang Dilan. Beneran. Ngerti sih, dia mungkin ngelakuin itu karena rasa sayangnya, tapi- yaampun, kalau terlalu ngekang juga kan nyebelin. Dilan bukan anjing.
Di buku ini juga dijelaskan kenapa pada akhirnya Milea malah nikah sama orang lain bukan sama Dilan dan kenapa dia bisa pisah sama Dilan.
Oh, selain Milea, ada lagi tokoh yang menggangguku. Bundanya Dilan. Well, bisa dibilang Bunda adalah sosok ibu mertua idaman. Tapiiiiiiii, menurutku Bunda ini terlalu, apa ya, terlalu membiarkan anaknya.
Gini, Dilan itu anak geng motor, sering berantem, pernah dipenjara, dan dikeluarkan dari sekolah, tapi Bunda seperti bersikap ‘yaudahlah’ aja setiap Dilan kenapa masalah. YaAllah, Bunda, aku jadi Dilan mah pedih, Bunda begitu tsadeeeeest. :”((((
Untuk keseluruhannya sih, lumayan baik-baik aja. Aku gak menemukan typo, entah kurang teliti atau emang gak ada. Sinopsisnya, hm ini letak kekurangan. Biasanya, kalau mau beli novel, aku akan melihat blurb di belakang buku. Tapi, isi blurb Dilan ini gak ada apa-apanya selain kutipan isi buku. Gak ada ringkasan ceritanya. Bikin ragu juga sebenarnya kalau nemuin novel kayak gini. Aku jadi gak bisa nebak gimana isinya, apa ceritanya.
Well, karena Dilan dan Dilan Bagian Kedua dari sudut pandang Milea, aku penasaran gimana sebenarnya isi hati dan sudut pandang Dilan. Dengar-dengar, Pidi Baiq akan merilis ‘Milea’, kisah Dilan-Milea dari sudut pandang Dilan sendiri. Baru rumor, sih, tapi ya semoga aja bener, ayo kita semua berdo’a agar jadi nyata? HEHEHE.
Tiga tengkorak untuk Dilan Bagian Kedua.
skl3

Kutipan-kutipan
– “Kamu pikir bandel itu gampang? Susah. Harus tanggung jawab sama yang dia udah perbuat” – Dilan.
– “Ah, gak apa-apa pacaran sama kamu juga, deh. Asal kamunya tetep ada di bumi, udah cukup, udah bikin aku seneng” – Dilan.
– “Kalau kamu ninggalin aku, itu hak kamu, asal jangan aku yang ninggalin kamu. Aku takut kamu kecewa” – Dilan.
– “Neil Armstrong pasti kecewa, udah capek-capek jadi Neil Armstrong, eh gak pacaran sama kamu. Ngapain jauh-jauh ke bulan?” – Dilan.
– “Kayaknya neraka menjadi jauh lebih baik dibanding dengan dirinya” – Milea.
– “Dimulainya berpacaran tidak harus diungkapkan dengan pernyataan. Nyatain cinta itu gak penting, yang penting itu tindakan” – Yugo.
– “Semua sikapku ke kamu, bahkan ketika aku marah, bahkan termasuk ketika aku kesal, bahkan termasuk ketika aku jengkel, kamu harus tahu bahwa itu semua bersumber dari aku yang sangat mencintai dirimu” – Milea.
– “Bayangkan, di saat kita sedang mencintai seseorang, pasti kita akan cenderung untuk bisa memberikan perasaan kita sepenuhnya, dan manakala seseorang itu pergi, rasanya seperti bagian dari kita telah lenyap” – Milea.
– “Itu adalah masa lalu yang indah, yang kuanggap sebagai hadiah darimu” – Milea.
-nafadyas-
Share:

Friday, February 5, 2016

[REVIEW] My Name Is Luca – Ginger Elyse Shelley

22731910
Judul: My Name Is Luca
Pengarang: Ginger Elyse Shelley
Bahasa: Bahasa Indonesia
Penerbit: Laksana
Diterbitkan pertama kali: 2013
ISBN: 978-602-7933-34-7
Sinopsis:
“Sttt… kau harus tahu, orang ini tidak menggunakan alat apa pun untuk memutilasi korbannya.”
***
Oliver Wood hanyalah anak biasa-biasa saja yang tinggal di sebuah kota kecil. Ia memiliki seorang teman yang imut dan polos, juga menyukai es krim vanilla-lavender. Luca namanya. Dan, bersamaan dengan kedatangan Luca—rumahnya tidak pernah diketahui Oliver—kota kecil itu menjadi saksi serangkaian pembunuhan sadis.
Mula-mula, ada mayat yang ditemukan di dekat taman. Tubuhnya dimutilasi. Lalu, mayat-mayat lain yang tak kalah mengenaskan dan akan membuat siapa pun termasuk kau pasti muntah saat melihatnya.
Leopold Dell, detektif yang belum pernah menangani kasus sungguhan dan Damita King, jurnalis cerewet yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan informasi, berkolaborasi untuk mendapatkan jejak sang pembunuh.
Dan, kau sungguh tidak akan menduga siapa dia….
***
Mayat, tubuh terpotong-potong, darah, jeritan…. Apa pun yang kau pikir mengerikan, akan kau dapatkan di sini, sampai di lembar terakhir. Kau tidak akan berhenti sampai kasus ini selesai…!
Share:

Saturday, January 16, 2016

[REVIEW] Dear Miss Tuddels – Ginger Elyse Shelley

27239156
Judul: Dear Miss Tuddels
Pengarang: Ginger Elyse Shelley
Bahasa: Bahasa Indonesia
Penerbit: DivaPress
Diterbitkan pertama kali: 2015
Jumlah halaman: 224hlm
ISBN: 978-602-255-967-2
Sinopsis:
“Kurasa aku benar-benar jatuh cinta. Aku tahu ini sangat konyol. Aku hampir selalu mencemooh pembicaraan soal cinta selain pernyataan tentang betapa palsunya kata itu. Kurasa ini yang namanya ironi.”
Matteus MacGregor tak pernah percaya pada cinta—pernikahan yang dilandasi cinta. Meskipun ia menginginkannya, itu sama seperti ingin bertemu seekor unicorn. Namun, tanpa ia sadari, Kimberley Tuddels menyelusup ke hatinya.
Namun, Kimberley Tuddels adalah pelayannya. Hubungan cinta antara majikan dan pelayan dan majikan adalah skandal besar di kalangan bangsawan Inggris pada zaman Victoria, tahun 1800-an.
Bagaimana cara Matteus dan Kimberley meraih kebahagiaan dan cinta mereka di tengah situasi sosial yang demikian?
Share:

Wednesday, November 11, 2015

[REVIEW] Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 – Pidi Baiq

22037542
Judul: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990
Pengarang: Pidi Baiq
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Pastel Books
Diterbitkan pertama kali: 2014
Jumlah halaman: 332hlm
ISBN: 978-602-7870-41-3
Sinopsis:
“Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja” (Dilan 1990)
“Milea, jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti, besoknya, orang itu akan hilang.” (Dilan 1990)
“Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli.” (Milea 1990)
Jadi…
Awalnya, aku tahu novel ini dari kicauan beberapa orang di Twitter. Mereka begitu memuja Dilan dan bla-bla sebagainya. Dan aku penasaran, sekeren itu kah, novel ini? Aku memutuskan untuk membelinya. Tapi, sesampainya di toko buku, aku mengurungkan niatku karna ternyata sinopsis buku ini hanya terdiri dari kutipan-kutipan (yang ada di dalam buku). Enggak jadi deh, aku kan, enggak bisa menebak isi bukunya kalau cuma ada kutipan-kutipannya saja. :c Malas juga kalau nanti sudah beli, malah mengecewakan.
Dan akhirnya … aku memilih untuk pinjam saja. :c #AnakPinjaman
Novel ini menceritakan tentang seorang cowok bernama Dilan, melalui sudut pandang Milea,
mantan pacarnya. Nah, itu menarik. Karna tokoh Dilan ini romantis (banget dan bikin baper parah) aku rasa bakalan aneh dan terkesan narsis banget kalau novel ini diambil dengan sudut pandang Dilan.
Aku akui, memang wajar kalau para pembaca (terutama cewek) jadi tergila-gila pada Dilan. Dia itu manis banget! Sumpah, aku senyum-senyum sendiri bacanya. Cara dia mendekati Milea itu kocak tapi manis dan tulus. Dia penuh kejutan yang enggak biasa. Emang dasar Dilan ini jago banget bikin melting.
Aku suka gaya menulis Ayah Pidi, ringan dan gampang dimengertinya. Dan enggak bertele-tele juga. Penokohannya kuat. Biasanya, aku malas baca novel cinta-cintaan dari Indonesia (bukan terjemahan) karna ceritanya belibet dan terlalu drama. Tapi Dilan enggak, atau setidaknya menurutku gitu. Ceritanya simpel, cinta-cintaan anak SMA, tapi punya daya tarik yang kuat dan alurnya mudah diikuti.
Dan humornya! Sebagai Komunitas Humor Receh (( apaan )) aku sangat menikmati humor-humor di novel ini. Mungkin bagi orang lain, lawakan Dilan sangatlah garing (aku akui, beberapa emang garing) tapi berhubung … yah, selera humor rendahan, menurutku lucu.
Aku rada kecewa di bagian terakhir-terakhirnya. Entah kenapa, di halaman-halaman terakhir aku merasa kehilangan minat. Terlalu … apa ya, terlalu biasa. Dilan dan Milea jadian lalu, bersambung. Mungkin maksud Ayah Pidi adalah untuk membuat pembaca penasaran dengan kelanjutan ceritanya, tapi menurutku, di situlah minus-nya. Endingnya tidak boom, tidak mengejutkan.
Tapi aku tetap mencintai
Dilan novel ini.
Gombalan-gombalan yang ada di novel ini bisa dipraktikan saat PDKT. :c Dan sama seperti orang lain, aku juga jatuh cinta pada Dilan dan berharap bisa punya pacar seperti Dilan. Meski menurutku, rasanya akan aneh atau justru norak kalau orang lain mengucapkan gombalan-gombalan itu. Memang hanya Dilan yang cocok memberi rayuan seperti itu. Huehehe.
Well, aku beri empat tengkorak untuk lawakan Dilan yang kerupuk banget. =))
skl2

Kutipan-kutipan
“Nanti kalau kamu mau tidur, percayalah, aku sedang mengucapkan selamat tidur dari jauh. Kamu gak akan denger” – Dilan.
“Siapalah aku ini. Dan dia bukan pacarku, apa urusanku memikirkan diri dan kehidupannya, tapi aku tidak tahu mengapa ingin selalu mengetahui dirinya dengan lebih jauh lagi” – Milea.
“Risiko tinggi mencintaimu” – Dilan.
“Aku gak tahu! Aku gak tahu! Termasuk aku gak tahu kenapa hal itu membuat aku jadi sedih!” – Milea.
“Apa yang dia lakukan benar-benar istimewa, sesuatu yang berbeda yang tidak pernah terpikir orang lain. Sesuatu yang selalu berhasil untuk membuatku merasa sangat dicintai, merasa sangat dihargai dengan cara istimewa dan dengan cara yang tidak biasa” – Milea.
“Aku tidak bisa mengatakan bahwa saat itu aku sudah mencintainya tapi kupikir aku sedang menuju ke sana” – Milea.
“Aku merasa tidak perlu meminta maaf kepadamu untuk bilang: Kau adalah pecundang dan harus masuk rumah sakit jiwa secepat mungkin, atau ditendang dengan keras sampai terlempar ke luar angkasa!” – Milea.
“Cowok macam apa yang pengen make jaket punya cewek! Katanya gengster, tapi obsesinya malah pengen jadi waria” – Milea.
“Aku ingin pacaran dengan orang yang dia tahu hal yang aku sukai tanpa perlu kuberitahu, yang membuktikan kepadaku bahwa cinta itu ada tetapi bukan oleh apa yang dikatakannya melainkan oleh sikap dan perbuatannya” – Milea.
“Dia juga selalu membuat aku ketawa dan jadi seru rasanya hidup di bumi. Jadi betah. Seolah-olah cukup hanya dengan memilikinya maka yang lain tak lagi kubutuhkan” – Milea.
“Maafkan mantanku” – Milea.
“Atheis berdoa? Ah, dia pasti bercanda! Tapi, aku tidak ketawa” – Milea.
“Tugasku membuat kamu senang” – Dilan.
“Jangan karena jadi guru berbuat seenaknya” – Dilan.
“Ya, kita tidak bisa mengkritik tanpa lebih dulu memahami apa yang kita kritik itu. Termasuk kita tidak bisa menghakimi anak remaja tanpa kita memahami kehidupannya” – Bunda.
“Ya, orang beda-beda. Ada yang kayak kamu. Ada yang kayak aku. Ada yang kayak mereka. Kamu ingin  semua orang kayak kamu?” – Dilan.
“Mungkin kamu tidak mencintai dirinya. Mungkin kamu tidak menyukai dirinya, tapi syukurlah kalau begitu, sehingga aku tidak perlu bersaing denganmu untuk bisa memilikinya” –Milea.
“Ah, cemburu itu hanya untuk orang yang enggak percaya diri” – Dilan.
“Jangan rindu. Berat. Kau gak akan kuat. Biar aku saja” – Dilan.
-nafadyas-
Share:

Sunday, October 11, 2015

[REVIEW] Comedy Apparition - Ginger Elyse Shelley

26310833
Judul: Comedy Apparition
Pengarang: Ginger Elyse Shelley
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Laksana
Diterbitkan pertama kali: 2015
Jumlah halaman: 244hlm
ISBN: 978-602-7933-87-3
Sinopsis:
"Kami penyihir."
Stephen Haegel terkesima saat teman sekolahnya yang tampan, Cameron Seer, mengatakan kalimat itu dengan tenang dan biasa. Tapi, mengingat semua keganjilan yang terjadi di sekolah dan peristiwa aneh di sekeliling Cameron, sepertinya Stephen harus percaya. Apalagi, saat Stephen diundang ke pesta Halloween di mana sosok wanita tua dengan hidung panjang dan bengkok, kucing-kucing hitam, kuali besar, dan segala hal yang hanya Stephen saksikan di film-film menjelma nyata di sana.
Tentu saja, hari demi hari yang dilalui Stephen pun makin aneh saja. Dia yang sebelumnya adalah sosok laki-laki "normal" (menyukai lawan jenis), tiba-tiba mulai menyukai Cameron dan jatuh hati kepadanya. Ya, tanpa Stephen sadari, kini ia menjadi seorang gay! Benarkah hal itu karena Stephen berada dalam pengaruh sihir Cameron?
Dengan unik dan kreatif, penulis novel Au-dessus de la tour Eiffel ini mengajak kita berimajinasi tentang cinta, persahabatan, dan ikatan keluarga di tengah-tengah kekuatan sihir yang demikian ajaib.
Share:

BLOGGER PROFILE

My Photo
Nafa Dyas
An ordinary fifteen years old girl who loves books so much. A fast texter, but if she doesn't answer your calls, she's either reading, or, dying.
View my complete profile

Looking for something?

Popular Posts

Recent Posts

(Current) Top 5 Favorite Series

  • Harry Potter
  • Percy Jackson and The Olympians
  • Heroes of Olympus
  • School for Good and Evil
  • Johan

Reading Challenge 2017

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Nafa has read 6 books toward her goal of 60 books.
hide

Followers

Translate